untitled
>> Selasa, Oktober 21, 2008
Hari – hari yang selalu ramai dan sibuk
Kini berubah menjadi sepi dan senyap
Riuh rendah keramaian juga ikut berubah
Menjelma menjadi lengkingan tangis kepedihan
Melengkapi kesendirian dalam kepedihan
Menemani penyesalan jauh di dalam hati
Mengutuki kebodohan dalam diri
Menyalahkan hati pengecut yang tak berarti
Kuhadapi dan kupandangi cermin besar di depanku
Teliti kuamati tiap lekuk gambar si pecundang dalam pantulan cermin
Terasa tak asing dan sangat akrab bagiku
Karena yang tampak adalah bayangan diriku


